Denny Indrayana di Mata Mantan Ajudan:Tak Mungkin Terima Uang Korupsi

Fajar Pratama - detikNews Jakarta Selasa, 17/03/2015 10:04 WIB - Di mata Sersan Dua Kusno, prajurit TNI yang kini berdinas di Kodam V Brawijaya, mantan Wamenkum HAM Denny Indrayana sosok sederhana dan berintegritas. Pria yang pernah menjadi ajudan Denny selama empat tahun ini tahu betul siapa Denny.

"Saya empat tahun ikut, beliau sangat sederhana. Sekarang sedang hangat-hangatnya payment
gateway, saya yakin sepeserpun tidak ada aliran dana," terang Kusno dalam perbincangan, Selasa (17/3/2015).

Kusno tak sembarang bicara. Baginya, seorang prajurit TNI mesti berkata apa adanya.

"Saya ini ajudan, saya bawa ATM beliau, saya tahu berapa isinya. Beliau sangat transparan. Beliau juga mengajarkan kami staf hidup sederhana, dan tidak menerima kanan dan kiri," terang Kusno.

Kusno mengaku sedih, orang baik dicari-cari kesalahan dan dituding yang tidak-tidak. Kusno masih ingat bagaimana Denny mengajarkan dia tentang integritas.

"Saya pernah ikut perjalanan dinas selama lima hari, tapi baru tiga hari sudah kembali ke Jakarta karena dipanggil presiden. Kemudian setelah itu, Pak Denny panggil saya. Perjalanan dinas berapa hari Kus, saya bilang lima hari. Kemudian ditanya lagi, jalannya berapa hari jadinya Kus, saya jawab tiga hari. Dan saya diminta kembalikan dua hari uang dinas yang tidak dipakai," urai Kus menjelaskan.

Tak hanya sekali dua kali, Kus kerap menolak titipan dari Kanwil Kanim di Kemenkum HAM berupa oleh-oleh saat kunjungan ke daerah karena Denny melarang menerima. Bahkan seorang teman Denny pernah memberikan uang dollar dan Kusno mengembalikannya dan diminta kuintansi pengembalian.

"Yang saya ingat juga, waktu saya sekolah. Di tulisan surat rekomendasi itu hanya dituliskan, apabila yang bersangkutan memenuhi persyaratan mohon dbantu, kalau tidak sesuai aturan, sesuaikan dengan dipersyaratan. Itu sampai begitu, saya mikir kok gini banget ya," urai Kusno.

"Walau banyak yang bilang bapak sombong atau bagaimana, tapi sebenarnya tidak seperti itu. Bapak itu Denny mengajarkan kami stafnya integritas dan kesederhanaan," tambag Kusno.

Denny Indrayana kini dibidik Bareskrim Polri atas kasus payment gateway atau pembayaran elektronik paspor di Imigrasi. Walau hasil audit BPK sudah menyebutkan tak ada dugaan kerugian negara, Bareskrim tetap berkeyakinan ada korupsi.

Soal ini Pukat UGM dan juga ICW juga sudah menyampaikan tak ada korupsi dalam kasus payment gateway, yang ada hanya soal administrasi. Juru bicara tim 9 Jimly Asshiddiqe juga sudah mengimbau agar Polri tak mencari-cari kesalahan orang, tetapi cari orang yang memiliki niat jahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar